Disiplin tak pandang tempat

Di tempat penulis kerja, selalu ada rekan kerja yang kurang disiplin kerja. Pernah penulis mengingatkan bahwa salah satu alasan kenapa kita perlu disiplin adalah karena kita sudah dibayar untuk bekerja untuk bos tempat dimana kita kerja. Namun, entahlah rekan kerja yang malas tetap saja malas, bahkan semakin menjengkelkan saja tingkahnya. Bayangkan saja, disaat kerjaan banyak dan menumpuk rekan kerja penulis bersikap seolah tak ada kerjaan saja. Penulis memang tak suka bekerja bersama rekan kerja yang malas, selain tidak efektif juga berpengaruh terhadap mood penulis.  Mood, bisa mempengaruhi hasil kerja dan itu mempengaruhi profesionalitas penulis. Karena penulis saat ini sedang meningkatkan kualitas kerja agar lebih baik.

Belum lama ini penulis kaget dengan ungkapan seorang rekan kerja yang secara menohok bilang begini : “Kerja gak usah disiplin kayak kerja kantoran aja!”. Ada yang salah dalam cara berpikirnya, batin penulis. Disiplin, tak pandang di mana dan kapan saja, disiplin adalah sebuah keharusan yang apabila lupa atau sengaja di langgar akan ada dampak buruk yang timbul karena ketidakdisipilinan itu sendiri. Bisa jadi malah menimbulkan efek salju yang besar bila disiplin diabaikan. Cepat atau lambat akan ada sesuatu yang muncul ke permukaan akibat ketidakdisiplinan.

Penulis sadar akan ragam karakter tiap rekan kerja yang berbeda-beda, hanya saja penulis sangat tidak nyaman bila bekerja secara tim dan disitu ada yang malas. Agar hati ini tenang dan tak terlalu larut dalam atmosfer kemarahan penulis hanya berdo’a agar rekan kerja yang malas tadi menjadi orang yang disiplin. Secara vertikal, penulis mendo’akan dan secara horisontal penulis menganggap ketidakdisiplinan rekan kerja penulis adalah hal yang wajar dan tak perlu dirisaukan. Makanya, saat ini ketika ada rekan kerja yang malas, penulis anggap ada anak-anak yang ikut main dalam tim kerja. Biar apa? biar tidak emosional dalam hubungan kerja dan produktivitas kerja. Semoga disiplin menjadi gaya hidup seluruh pekerja di dunia ini. Amin…

Sumber gambar : wikimu.com

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: